Ternyata tidak. Aku duduk. Bokep Seorang wanita tua berusaha berbicara denganku. Gawat pikirku. Segar. Entah aku yang terlalu cerdik atau dia yang terlalu tolol. “He eh.”
“Tunggu di sini sebentar.” Ia berkata itu lalu berjalan menuju kawan-kawannya. Hanya beberapa kalimat “Black Label double” pernah kuucapkan sebagai komunikasi nyata antara aku dengannya.Malam itu malam minggu. Leave her Alone..!” Entah mengapa aku tidak dapat lepas darinya.Kalau aku tidak bertemu dengannya, tidak ada sama sekali rasa kehilangan atau kangen atau apalah namanya. Ternyata tidak. Selain kapabilitasnya yang terjamin, blow job-nya juga bukan main. Felly menampakkan wajahnya di jendela belakang. Hari yang melelahkan. “Den ditunggu non Felly, katanya aden disuruh masuk.”
“Iya Bik.”Aku merapihkan pakaianku, berjalan mengikuti bibik tua itu ke dalam.




















