Dengan semangat juang membara aku mulai memompa kuatkuat. Peluh mengembun di sekujur tubuh kami meski suhu AC 17º C pada dinihari itu. Bokep OK. Asal janji nggak main cakar, perih nih.. Aku tak tahan lagi. Iya dong. Kudatangi mejanya. Tapi masa cuma kreatif aja, nggak ada lainnya? tawarku.Ia mengangguk. Dia menunduk padaku sambil menjulurkan ujung lidahnya ke depan bibirku. Ia merosot dari gendonganku, dengan jemari bergetar ia berusaha membuka gesper ikat pinggangku. Ia menekanku lembut. Dia jelasjelas memancing. Sombong amat! Setengah paksa kulepas ia. Jujur, ni ye, ledekku. panggilku.Selama ia mandi aku berhasil menyelesaikan rancangan storyboard utama berkat pikiran yang sudah jernih.Ini bagus, katanya sambil menunduk memandangi disainku di layar komputer.Entah kenapa tibatiba terlintas dalam pikiranku bahwa ia milikku dan jangan sampai teman sekantor lainnya mendekatinya.Udah, kamu mandi dulu gih, cleanupnya biar aku yang




















