Tidak dapat dielak lagi, cairan lilin panas itu menghujani daerah anusku dan sebagian masuk ke lubang anus.Kali ini aku tidak hanya berteriak tapi juga membentur-benturkan pantatku ke tempat tidur untuk menahan sakit. Bokep Tapi aku tidak punya pilihan lain selain kembali kepada Nyonya Hana. Aku sedikit gembira karena tubuhku sudah sangat lemas. Aku juga harus mematuhi seluruh perintah-perintahnya dan menerima semua yang dilakukannya kepadaku. Dia melumat bibirku dan meremas kemaluanku. Aku dilecehkan dan dicemooh oleh orang-orang. Aku tidak lebih dari barang-barang miliknya yang lain. Kini aku sama sekali tidak berdaya. Setidaknya tidak seperti kamu. Aku adalah seorang mahasiswa semester akhir. Nyonya Hana kembali mendekatiku, dan kali ini dia membawa sebuah lilin merah dengan diameter besar, seperti yang sering dipakai di kuil-kuil.




















