Bahkan ia sempat menghentikan makannya sejenak.“Siapa itu tadi Kang, mau apa dia dan apa urusannya denganmu?” tanya istriku serius sekali, bahkan nampak ada rasa cemburu di wajahnya.“Oh, itu tadi teman lamaku yang baru pulang dari Jakarta. Untuk membuktikan kasih sayang dan kerinduanku, aku mencoba mengecup pipinya yang putih bersih itu, sehingga ia menarik kepalaku lebih rapat lagi seolah ia tidak ingin aku menarik kecupanku itu.“Kak, aku telah mengetahui seluruh keadaanmu sekarang ini dari mamaku di kampung, termasuk no. Bokep Sekarang kita lupakan saja semua itu, kita memikirkan dan menikmati pertemuan kita ini”.“Kak, aku sangat merindukanmu. Entah karena sedih atau bahagia, tapi yang jelas air mata itu terasa hangat. Kemudian kami aku lanjutkan bersama mamanya di lantai cucian sumur tua di tengah sawah.










