Pengecut!!!Siang itu, aku sedang ngobrol dan bercanda-canda dengan Tia di teras Depan Kantor. Aku tau pasti, Evi pasti marah dan cemburu melihat kedekatanku dengan Tia. Bokep Tentu saja dia cemberut sampai mukanya dilepat-lipat jadi tujuh.Sesekali aku hanya bisa mencuri-curi pandang ke arah Evi yang matanya juga tidak pernah lepas menatap setiap gerak gerikku dan Tia. Apa sih menariknya aku hingga ada 2 gadis cantik yang memperebutkan aku. Malam yang sangat dinginpun menjadi hangat oleh sentuhan-sentuhan tubuh Evi. Akhirnya Evi menghampiriku sambil membawakan secangkir kopi hangat. Kamipun akhirnya asik dengan permainan kami sendiri. Hingga suatu hari, aku dekat dengan seseorang bernama Evi. Hujan tidak juga berhenti. Meskipun suaranya engga bagus-bagus amat, tapi cukup menghibur lah apalagi katanya khusus dinyanyikan untuk aku.Setelah selesai menyanyikan lagu itu, Evi langsung menarikku ke luar..Kami memisahkan diri dari rombongan memilih




















