Tanpa bermaksud untuk membuatnya kaget, aku langsung duduk di samping Evi. Bokep Dadaku bergemuruh kencang hingga sulit untuk menelan ludah. Memang sih, secara fisik, Tia memang jauh di atas Evi, tapi mengapa perasaanku cenderung memilih Evi? Hingga suatu hari, aku dekat dengan seseorang bernama Evi. Kami bertiga hanya duduk terbengong-bengong menatap keluar jendela. Sampai pada hari yang dinanti-nanti,sekali lagi Tia mendominasi ku. Tanpa aku duga sebelumnya, tiba-tiba Evi sudah menghampiri aku dan langsung duduk bersandar di depanku sambil meraih kedua tanganku untuk memeluknya erat-erat. Kami berdua saling bercerita sambil sesekali rayuan gombal Tia menggelikan telingaku.Mata kami saling beradu, kami mulai merasakan ketidakmyamanan.




















