kayaknya mah…” sambil tersenyum, dan akhirnya kamipun kembali berpelukan akrab tidak ada perasaan marah apalagi benci.“Eh..To….Apakah istrimu melihat apa yang aku dan istriku lakukan tadi malam ?” tanyaku pada Anto.“Tentu saja.., sebab dia heran kenapa aku mengambil kamera dari kamar dan akhirnya mengikuti dari belakang disamping dia sudah sangat bergairah padaku dan ingin segera menuntaskan hasrat birahinya yang terhalang. Bokep Kenikmatan ini semakin tak terlukiskan dan akupun tanpa sadar terus-menerus mendengus dan melenguh menahan nikmat“Ouh…heh…heh……ouh….hekss…” dengusku keras.Tiba-tiba gerakan pantat istri temanku ini semakin liar dan dia mulai menjerit-jerit kembali…”Auw…auw…auw…ohhhh….hoh…..hoh….hhhssstttt…”Dan akhirnya “Aaaahhhhh…” Istri temanku kembali menjerit panjang badannya melenting kaku.. Antara istriku dan istri Anto cepat sekali akrab, seolah dalam fikiran mereka sudah tertanam motto sahabat suamiku adalah sahabatku juga, demikian juga dengan anak-anak kami.Kami berdua mulai menyusun rencana untuk melaksanakan janji yang pernah diucapkan




















