Irene mengerang dengan sangat keras sambil menjepit penisku dengan kedua pahanya. gue khan adik Meilan”, dia memohon lagi tapi kali ini suaranya tidak kasar lagi dan terdengar mulai berdesah karena geli. Bokep Kasihan juga aku melihatnya terikat seperti ini. “Aduh kok ganas banget sih Lu!” katanya setengah membentak. “Bener nih lu mau udahan?” godaku lagi. Rupanya perasaaan malunya telah ditelan kenikmatan yang sengaja kuberikan kepadanya. Dengan gontai kuiring Irene kembali ke ranjang, sambil kukasih cumbuan-cumbuan kecil sambil kami tiduran. Setelah acara yg saya sukai selesai, saya melihat jam, ternyata sudah jam 1 pagi, tiba-tiba muncul ide isengku untuk memasuki kamar tidur Irene, dengan perlahan-lahan saya berjalan mendekati pintu kamarnya, ternyata tidak dikunci, saya masuk dan melihat Irene telentang dengan kedua lengan dan paha terbuka, saya langsung mengambil tali plastik dan perlahan-lahan saya melucuti pakaiannya




















