Bentaarr..” lalu aku buka lakbannya. Bokep Praanngg!!”Lamunanku buyar saat kulihat Marissa meronta-ronta hingga kakinya menendang gelas wineku hingga terjatuh dan pecah!“Crreett..”Lakban yang menutup matanya aku lepas. Jangan macem-macem, nanti jam 18.00 aku kembali,” ujarku sambil membiarkannya terikat tanpa menyumbat mulutnya.Dua hari sudah aku menyekap Marissa di rumahku. Marissa yang mandiri ini memang hidup jauh dari Ayahnya di Surabaya. Aku berdiri di sisi jalan dengan kepala bertopi dan berkacamata hitam. Lalu “Mau pipis..” lanjutnya. Lalu “Mau pipis..” lanjutnya. Mmmpphh.. Kamu diam dulu.. “Siapa lagi?” balasku bertanya.“Mas.. Semoga kamu betah disini..” ledekku kemudian mengunci kamar itu dari luar.Jadilah Marissa terikat erat dan disekap di salah satu kamar di apartemanku. “Maass, sudah..”Aku bantu dia membersihkan vaginanya lalu aku bopong kembali ke kamarnya.




















