Tentu saja wanita pemilik mobil ini jadi senang. Dan Wanita bertubuh gemuk itu mengembangkan senyumnya. Bokep Karena aku harus selalu mendampinginya, tentu saja Nyonya membelikan aku beberapa potong pakaian yang pantas. “Terima kasih, Bi”, ucapku. Aku berteduh di bawah pobon, sambil menghilangkan pegal-pegal di kaki.Setiap hari aku berjalan. Aku masukan buku tabungan itu ke dalam tas ransel, diantara tumpukan pakaian. Semuanya aku simpan di bank. Nyonya Wulandari menarik selimut, menutupi tubuh kami berdua. Sedangkan untuk kembali ke kampung, rasanya malu sekali karena gagal menaklukan kota metropolitan yang selalu menjadi tumpuan orang-orang kampung sepertiku.Seperti hari-hari biasanya, siang itu udara di Jakarta terasa begitu panas sekali.




















