Hawin datang. Bokep Toh masih ada hari esok.Aku bergegas naik angkot yang melintas. Atau apalah? Dia mau pulang dulu ngeliat orang tuanya sakit katanya sih begitu,” kata Hawin.Setelah beberapa lama menyodoknya, “Terus dong Yang. Keringatnya meleleh seperti yang kulihat sekarang. Hah..? Atau jangan-jangan ia tidak masuk ke salon ini, hanya pura-pura masuk. Perempuan paruh baya itu pun masih duduk di depanku. Bodoh amat. Ia tersenyum. Hap. Dari jarak yang dekat ini hawa panas tubuhnya terasa. Aku duduk di belakang, tempat favorit. suara itu lagi, suara wanita setengah baya yang kali ini karena mendung tidak lagi ada keringat di lehernya. Aku tidak dapat lagi memandanginya.Kantorku sudah terlewat.




















